Surat untuk kader Ekonom Rabbani Ponorogo

Semoga Allah selalu membimbing kita agar senantiasa istiqamah berdakwah di jalan-Nya

Pertama, yang ingin kami sampaikan ini merupakan bagian dari watawaa shaubil haqqi watawaa shaubish shabri. Merupakan bentuk kasih sayang yang tertransformasikan dalam perbuatan saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Saling mendukung dalam berdakwah, agar kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.

Alhamdulillah, hingga saat ini anggota FoSSEI di Ponorogo sudah ada 5 KSEI. Jumlah ini mungkin sangat kecil bila dibandingkan dengan komisariat lain, seperti Malang dan Surabaya. Namun, jangan dijadikan alasan untuk minder dan malu dengan kondisi tersebut. Dengan jumlah tersebut, dapat kita ciptakan ukhuwah dan tali silaturahim yang lebih erat. Hal ini juga didukung dengan kondisi geografis kita yang masih berada dalam satu kota.

Ketika berdakwah, khususnya dalam pembumian ekonomi islam tentu banyak tantangan yang sahabat hadapi. Tantangan yang dihadapi sebuah KSEI tentu saja berbeda dengan KSEI lainnya. Ada yang tidak didukung oleh akademisi kampus, ada yang kesulitan dalam mencari kader,ada pula KSEI yang pengurusnya memiliki segudang kesibukan sehingga kurang aktif dalam mengemban amanahnya.

Namun yang harus kita ingat, kita harus bersyukur dalam kondisi apapun sekarang ini. Mungkin ada sahabat kita dengan kondisi dan tantangan yang jauh lebih berat dari yang kita jalani. Namun, semangat mereka dalam tidak kalah dengan mereka yang berkecukupan. Bahkan, tidak sedikit diantara mereka yang dapat berprestasi tanpa meninggalkan dunia dakwah.

Sahabat ekonom rabbani yang dirahmati oleh Allah!!!

Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an . bahwasannya Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba-Nya. Kita percaya bahwa Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. Sehingga ketika musibah dan tantangan itu datang, yakinlah bahwa pertolongan Allah akan segera tiba. Dalam kondisi tersebut, kita perlu menambah kesabaran dan keikhlasan. insyaAllah pertolongan Allah akan segera datang.

Dalam sebuah organisasi, diperlukan penyatuan visi, misi, ide dan pola pikir agar tercapai tujuan yang dicita-citakan. Dengan berbagai latar belakang, kita mencoba untuk menyatukan visi dan misi agar tujuan yang dicita-citakan dapat tercapai. Tujuan kita tidak lain agar pembumian ekonomi Islam di kota Reog ini dapat tercapai. Selain itu, diperlukan penyatuan visi, misi, ide dan pola pikir agar dapat menggapai tujuan tersebut. Sehingga diperlukan semangat ukhuwah, karena dari itu FoSSEI lahir. Diperlukan pula semangat dakwah, karena dari itu FoSSEI berkembang. Terakhir diperlukan juga semangat ilmiah, karena dari itu FoSSEI berjuang. Maka, dengan semangat-semangat inilah kita terbentuk menjadi seorang Ekonom Rabbani.

Sahabat kader Ekonom Rabbani yang dirahmati oleh Allah!!!

Bagaimana jika kita belum memiliki semangat-semangat tersebut? Apakah kita bisa untuk menjadi ekonom rabbani? Jawabannya tentu kembali kepada diri kita masing-masing. Jika kita berusaha, pasti kita dapat menjadi seorang ekonom rabbani. Untuk itu, mulailah dengan memperbaiki dan memperbarui niat masing-masing. Dengan niat yang baru, kita akan memiliki semangat baru. Semangat untuk meraih tujuan dan cita-cita kita.

In tanshurullaha yanshurukum. Jika kita menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Yakinlah bahwa dalam setiap kesulitan, kita akan menemukan kemudahan. Dalam setiap permasalahan, pasti ada jalan keluarnya. Maka, janganlah lari dari masalah-masalah yang menimpa kita. Hadapi dengan keberanian. Hadapi dengan kesabaran. Dengan izin Allah permasalahan tersebut akan selesai.

Untuk mencapai tujuan diatas, selain harus memiliki semangat kita juga harus sadar bahwa organisasi kita memiliki taring yang harus ditunjukkan. Bahwa organisasi ini memiliki kekuatan yang besar. Bahwa organisasi ini mempunyai kualitas yang bagus. Maka, maksimalkan potensi yang kita miliki, optimalkan tenaga dan pikiran kita. Insya Allah di hari akhir kelak, kita dapat menjawab bahwa tubuh, ilmu dan harta kita digunakan untuk pembumian ekonomi Islam.

Sesungguhnya kami mencintaimu karena Allah. Dan kami bukanlah orang yang terbaik, namun kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Semoga jalan dakwah ini diberi keridhoan oleh Allah SWT.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Advertisements