Untuk Ibu yang telah membesarkanku

Dan Calon Ibu dari Anak-Anakku Kelak

Hari Ibu. Hanya dua kata, tapi besar makna. Terlalu sempit bila hanya dihargai dengan satu hari saja. Setidaknya itu bentuk penghormatan negara kepada perempuan di negeri ini. Sosok lemah namun terlihat kuat. Itulah seorang Ibu, yang mampu multi talent dalam berbagai bidang. Mampu menjadi koki, mampu menjadi dokter, mampu menjadi guru, mampu menjadi psikolog, mampu menjadi ustadzah, mampu menjadi seorang manajer, dll. Itulah perjuangan seorang ibu bagi keluarganya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, seseorang datang kepada Rasulullah, kemudian bertanya,”wahai Rasulullah, kepada siapa aku harus berbakti pertama kali?” Rasulullah menjawab,”Ibumu”. Dan orang tersebut kembali bertanya,”kemudian siapa lagi?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam menjawab, “Ibumu!” Dan orang tersebut kembali bertanya “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab, “Ibumu!” orang tersebut kembali bertanya, “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab. “Ayahmu!” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Islam mengajarkan bahwa kasih sayang kepada Ibu harus tiga kali lebih besar dari pada ayah. Karena, jasa ibu yang sangat besar dan terasa, bahkan hingga hari akhir nanti. Dapat dibayangkan bagaimana perjuangan ibu ketika mengandung, kemudian melahirkan dan menyusui kita. Maka, ketiga penghormatan itulah yang tidak dimiliki oleh seorang ayah. Ketiga penghormatan itulah yang hanya menjadi milik ibu seorang.

Untuk itu, wajib bagi kita untuk berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu. Bantulah ibu kita selagi kita mampu. Bahagiakanlah ibu kita selagi kita bisa. Jangan biarkan air matanya berderai karena tingkah laku kita. Jangan biarkan air matanya mengalir karena keburukan akhlaq yang kita miliki. Ucapkahlah bahwa kepada ibu, “aku mencintaimu, Ibu…”

Selamat Hari Ibu… >_<

Advertisements