Orang beriman karena pemahaman yang benar akan memiliki benteng yang tangguh pada keimanan yang ia miliki. Iman yang didapat dari orang tua atau kelahiran sangat perlu diperkuat dengan belajar terus-menerus tentang hakikat dan akibat beragama Islam. Sedangkan Iman yang didapat karena muallaf sering kali lebih kuat pemahamannya. Hal ini karena, a) Berpindah Agama merupakan peristiwa besar sehingga orang sangat sungguh-sungguh berpikir; b) Ada proses perbandingan yang diupayakan objektif antar agama-agama. Namun, baik muallaf maupun Islam sejak lahir tetap berpeluang memiliki pemahaman Islam yang benar jika terus belajar.

Kunci pemahaman Islam yang benar ada pada Belajar. Maka, jika ingin memiliki pemahaman Islam yang benar, kita harus terus belajar, tanpa memandang umur dan golongan. Orang yang beriman karena orang tuanya, jabatannya, hartanya, kekasihnya dll, akan lebih mungkin terguncang keimanannya jika ia kehilangan sebab ia beragama.

“Kita bisa mencapai kebahagiaan di dunia dengan cara Islam atau non-Islam. Tapi, kita hanya bisa mencapai kebahagiaan di akhirat dengan cara Islam.”

Apa itu Islam? Islam adalah berserahnya pribadi dan kelompok manusia secara total kepada Allah SWT, dengan cara yang disampaikan melalui Rasul-Nya, dimulai dari Nabi Adam sampai dengan Nabi Muhammad SAW, yang pokoknya berisi ajaran Tauhid, seperangkat aturan dan pedoman perilaku mengenai kehidupan secara lengkap dan menyeluruh. Ini merupakan pengertian Islam secara umum. Secara khusus, Islam merupakan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang bersendikan pada rukun Islam.

Banyak orang beranggapan bahwa Islam dimulai sejak Nabi Muhammad SAW. Namun, apa agama nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW? Disini kita perlu memahami, bahwa Nabi Muhammad SAW, bukan merupakan pendiri Islam, melainkan salah satu dari Rasul-Rasul yang membawa Islam dan Beliau adalah Rasul terakhir. Jadi, agama Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW adalah agama Islam.

Maksudnya bagaimana? Maksudnya bahwa ajaran Islam, seiring berjalannya waktu, intinya tetap sama, yaitu Tauhid, atau mengesakan Allah. Perbedaannya hanya sedikit dalam hal perincian atau furu’iyah. Misal, cara berkurban Qabil dan Habil berbeda dengan cara berkurban umat Nabi Muhammad. Contoh lain, cara bertaubat umat Nabi Musa berbeda dengan cara bertaubat umat Nabi Muhammad SAW. Selain itu, ada perbedaan juga dalam hal syahadat. Orang pada masal lalu, b selalu bersyahadat, “Tiada Tuhan selain Allah.” Perbedaannya ada pada syahadat yang kedua. Contoh-contoh ini merupakan perincian dari tata cara beribadah syairah (ritual).

Kemudian, apa bukti yang menunjukkan bahwa Islam sudah ada sejak Nabi Adam AS. Pertama, keterangan Al-Qur’an mengenai Ibrahim dan keturunannya. Al-Qur’an menyatakan dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 132-133, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” Selain itu, juga di surat Ali Imran (3) ayat 67, “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan buka (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi seorang muslim (berserah diri kepada Allah). Dan sekali-kali, bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”

Kedua, keterangan Al-Qur’an mengenai Musa. Dalam surat Yunus ayat 84, Allah berfirman: “Berkata Musa: Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka tawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang-orang muslim (berserah diri).”

Ketiga, keterangan Al-Qur’an mengenai Hawariyun (sahabat Nabi Isa). Dalam surat Ali Imran ayat 52, Allah berfirman: “Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim (orang yang berserah diri).”

Keempat, keterangan Al-Qur’an tentang penyihir Fir’aun. Dalam surat Al-A’raf ayat 126, Al-Qur’an menyatakan, “Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdo’a), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri).”

Kelima, keterangan Al-Qur’an tentang Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis. Allah berfirman dalam surat An-Naml ayat 31, “Bahwa janganlah kamu berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai muslim. (orang-orang berserah diri).”

Terakhir, Al-Qur’an menyatakan dalam surat Al-Hajj ayat 78, “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Jadi, secara gamblang Al-Qur’an menggambarkan bahwa Nabi-Nabi ini semua beragama Islam. Kemudian, bagaimana kita bernalar bahwa Nabi Adam juga beragama Islam? Secara Induksi, jika Nabi-Nabi yang disebutkan diatas beragama Islam, maka logis jika Nabi Adam beragama Islam. Karena, Nabi Adam juga merupakan Nabi.

Dari rangkaian ayat dan penalaran diatas, dapat kita simpulkan bahwa: (1) Seluruh Nabi dan Rasul beragama dan menyeru Islam, (2) Bahwa agama yang diajarkan oleh Nabi dan Rasul itu sudah dinamai Islam dari dahulu. Dari sini muncul pertanyaan, apakah Nasrani, Yahudi, Hindu, Buddha, Kong Hu Chu dan sebagainya?

Dalam keyakinan Islam, mereka adalah agama-agama yang dibuat oleh manusia yang tidak tau atau tersesat. Apa buktinya? Buktinya, diantara agama-agama tersebut, hanya Islam yang namanya tidak berasal dari nama pendiri atau penamaan geografis. Nama Islam asli berasal dari Allah. Islam bermakna berserah.

Kristen berasal dari “Christian” yang berasal dari bahasa Yunani “Christos”, terjemahan dari bahasa Hebrew “mashiach” (sang juru selamat). Inti dari teologi Kristen adalah menyakini bahwa Yesus adalah sang juru selamat. Dalam keyakinan Islam, Nabi Isa (Yesus) sendiri beragama Islam.

Yahudi berasal dari bahasa Hebrew “Yehuda” atau Judah. Yehuda adalah anak Nabi Ya’qub atau cucu Nabi Ishaq bin Nabi Ibrahim. Secara umum, dapat dikatakan jika penganut agama Yahudi memiliki keyakinan bahwa mereka adalah keturunan Yehuda. Dalam keyakinan Islam, Nabi Ya’qub sendiri beragama Islam.

Sedangkan Hindu berasal dari bahasa Indo Arya Sanskirt “Sindhu” yang berarti air besar mencakup air dan lautan. Kata Hindu ini berasal dari sungai Indus. Gavin Flood menyatakan bahwa Hindu berasal dari kata Persia untuk menggambarkan orang-orang diseberang sungai Indus. Kata Budha berasal dari gelar Sidharta Gautama yang berarti “yang tercerahkan”. Konfusian atau Kong Hu Chu berasal dari nama filsuf China Kong Fuzi atau Kong Qiu atau Zong Ni atau Guru Kong.

Dari penjelasan diatas, muncul pertanyaan, siapa yang dimaksud dengan ahli kitab? Ahli Kitab adalah sebutan bagi umat Yahudi dan Nasrani di dalam Al-Qur’an. Dinamakan demikian, karena Allah telah mengutus Nabi-Nabi yang membawa kitab suci, yaitu Taurat melalui Nabi Musa, Zabur melalui Nabi Daud, dan Injil melalui Nabi Isa.  Diantara ahli kitab ini ada yang beriman kepada Allah, karenanya beragama Islam. Ada juga yang membangkang dan mengada-ada agama sendiri.

Terakhir, apa manfaat mengetahui asal-usul nama dan sejarah agama-agama ini kepada keyakinan kita terhadap Islam? Pertama, setelah mengetahui ini, kemungkinan kita untuk murtad menjadi sangat kecil, sebab kita paham bahwa ajaran Islam bukanlah ajaran terakhir dari agama Samawi. Islam juga bukan pilihan diantara agama-agama Samawi. Malah, istilah agama samawi sebenarnya perlu ditinjau ulang. Sebenarnya, hanya Islam-lah agama satu-satunya yang pernah diturunkan Allah ke muka bumi ini. Jadi, orang mengetahui ini, maka kecil kemungkinan dia untuk berpaling. Kedua, kita paham bahwa seluruh isme yang ada, baik dalam bentuk agama lain selain Islam maupun paham, adalah reaksi manusia atas Islam. Karena semua isme-isme tersebut ada, setelah Islam ada.

Advertisements