Malam itu aku tidak bisa tidur. Entah mengapa alasannya. Aku masih terpaku didepan laptop Asusku. Suara tuts-tuts keyboard terus terdengar. Sesekali aku buka laman fesbukku. Ku ingat, tadi siang di-channel Telegram, salah satu guruku mengatakan bahwa beliau baru saja mempost video seminarnya di Temu Nasional Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika (SBDKK). Mudah bagiku menemukannya. Durasinya sekitar 1 jam. Segera aku mencari tempat terbaik untuk menontonnya. Di Mushola mungkin tempat yang tepat. Selain ada karpetnya, wifinya juga kenceng karena dekat dengan Perpustakaan Fakultas.

Acara dibuka oleh Coach Rendy Saputra, CEO Keke Busana sekaligus Founder SBDKK. Beliau menceritakan sedikit perjalanan Dewa Eka Prayoga, Founder Billionaire Store dan Billionaire Coach, mulai dari Bangkrut Hampir 8 Milyar, Sakit GBS, hingga divonis pulih setelah 1 tahun. Namun, baru kurang lebih 5 bulan, Beliau bisa mengisi seminar lagi.

Pada Temnas SBDKK, beliau membawakan materi dengan tema “Melawan Kemustahilan, Menguji Keimanan, Menjemput Keajaiban.” Kata ‘mustahil’ hanya ada pada kamus orang yang tidak percaya dengan Kebesaran Tuhan. Selama masih percaya adanya Allah, tidak ada kata ‘mustahil’.

7 Hikmah Kehidupan Melawan Kemustahilan:

  1. Hikmah Shafa Marwah

Ketika Nabi Ismail kecil, beliau ditinggal bersama Ibunya di Makkah. Siti Hajar, Ibu Nabi Ismail mulai bingung karena persediaan air minum telah habis. Beliaupun mencari air dengan berlari dari bukit shafa dan marwah hingga 7 kali, namun belum membuahkan hasil. Justru, air tersebut muncul di kaki bayi Ismail. Mata air tersebut sekarang diberi nama Air Zam-zam.

Hikmah dari peristiwa tersebut, seberat apapun ujian yang diberikan Allah, kita harus berjuang, kita tetap harus bergerak, meski itu terlihat mustahil jika diukur dengan kaca mata manusia. Mulailah bergerak dari hal-hal kecil dan sederhana. Jika melakukan hal kecil saja berat, bagaimana akan melakukan hal-hal besar? Telolet ^_^

  1. Hikmah Tongkat Nabi Musa

Pada saat Nabi Musa dan Bani Israil dikejar oleh Pasukan Fir’aun, mereka terdesak hingga ke Laut Merah. Kemudian, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Mu’jizat Allah terjadi, Laut Merah terbelah dan ditengah-tengah telah tersedia Jalan yang sangat luas. Nabi Musa dan Bani Israil menyebrangi Laut Merah menggunakan jalan tersebut. Pasukan Fir’aun tak mau kalah. Mereka ikut menyusul melalui jalan tersebut. Tak disangka, sesampainya rombongan Nabi Musa diseberang, Laut Merah kembali menyatu. Fir’aun dan pasukannya tenggelam di Laut Merah.

Dari peristiwa tersebut, dapat kita ambil hikmah bahwa solusi itu dekat. Yakinlah dengan Allah, in syaaAllah, pertolongan Allah  akan datang.

  1. Detonator Kebaikan

Detonator kebaikan merupakan pemantik kebaikan yang dilakukan oleh orang lain karena kita menunjukkan kebaikan tersebut. Detonator kebaikan dilakukan bukan ingin pamer dan riya, melainkan untuk dapat memantik kebaikan-kebaikan lainnya yang dilakukan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya” (H.R. Muslim)

Inti dari Detonator Kebaikan ini bantulah orang lain sebanyak-banyaknya, selagi kita bisa. Terus lakukan kebaikan, dan kurangi mengerjakan maksiat.

  1. Small Test

Ujian kecil yang lebih sering akan membuat kita mampu dalam menghadapi ujian yang lebih besar. Sering kali kita merasa bahwa masalah yang menimpa, hanya masalah-masalah kecil saja. Namun, dengan masalah-masalah kecil ini, kita dapat terlatih untuk menghadapi masalah-masalah besar nantinya. Lewati proses ujian kecil ini dan nikmatilah. Niscaya, kita akan lebih mudah mengatasi ujian-ujian besar di masa mendatang.

  1. Do’a Nabi Yunus

Nabi Yunus, ketika beliau meninggalkan kaumnya, beliau ditelan ikan paus. Dalam perut ikan paus beliau berdo’a:

“Laa ilaaha illa anta, shubhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiiin…”

Artinya : “Tiada Tuhan melainkan Engkau (Ya Allah)! Maha suci Engkau (daripada menganiaya, tolonglah aku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri (Q.S. Al-Anbiya: 87)

  1. Santan Kehidupan

Dalam memahami kehidupan, hendaklah memahami filosofi santan. Santan kehidupan. Dalam memahami santan kehidupan pasrahkan anda, jangan menyerah dan teruslah berjuang.

  1. Semangat Langit

Dalam mengilhami kehidupan ini, metode semangat langit jangan sampai terlupa. Jangan sampai terlewat, karena kadang semangat bumi saja tidak cukup. Perlu tambahan kekuatan dari langit.

Diakhir sesi, istri beliau Wiwin Supiyah yang mendampingi semenjak 18 hari sebelum kebangkrutan, dipanggil ke atas panggung. Coach Rendy Saputra bertanya, “Apa yang melandasi anda tetap mendampingi Mas Dewa dalam segala kondisi?”. Jawaban beliau, “Ketika saya memutuskan untuk menikah dengan Dewa, maka saya siap menerima Dewa dengan segala kondisi lengkap, baik senang maupun susah, sedih atau bahagia. Kan tidak mungkin kita hanya milih senang-senangnya saja, atau bahagia-bahagianya saja.”

Jawaban tersebut membuatku termenung. Jawaban dari seorang istri yang dengan ikhlas mendampingi suami. Saya paham bahwa kesuksesan seorang suami, selalu ada istri hebat yang setia mendampingi.

Advertisements