Banyak orang, khususnya pemula, masih enggan untuk berjualan. Ada yang gengsi, malu, merasa ngga bakat, males, dan lain-lain. Tidak sedikit yang menyerah karena ditolak mentah-mentah oleh calon pembelinya. Seharusnya, jualan merupakan aktivitas yang sangat mulia.
“Jualan merupakan Aktivitas Menolong Orang Lain yang Dibayar”
Banyak dari pengusaha pemula yang tidak memahami esensi dari jualan itu sendiri. Bisa dibilang, mereka masuk golongan yang tersesat. Hehe ^_^
Supaya tidak termasuk dalam golongan tersebut, kita harus memahami esensi dari jualan itu sendiri.
Esensi jualan yang pertama, Menolong Orang Lain.
Banyak yang tidak sadar, bahwa jualan adalah pertukaran uang dan manfaat. Orang rela menukar uangnya dengan manfaat yang akan didapat dari produk yang dia butuhkan.
Setiap manfaat pasti mampu memenuhi keinginan, kebutuhan bahkan menyelesaikan permasalahan pembelinya.
Bayangkan, bila produk kita mampu menolong ratusan bahkan ribuan orang. Tentu kita ikut bahagia dengan hal tersebut.
Kalau niat kita menolong orang, tidak usah khawatir ketika produk kita ditolak. Tidak usah stress, apalagi sampai putus asa. Untuk itu, lakukan 3 hal ini :
1. Back to niat.
2. Setiap Produk Ada Jodohnya (Kamu udah ada belum #eh)
3. Next (lanjut, masih banyak orang lain yang membutuhkan produk kita).
Esensi jualan yang kedua, Menebar Manfaat.
Pastikan bahwa setiap produk yang kita jual, selalu mengandung manfaat bagi para pembelinya. Jika produk kita memberi manfaat, tentu kita akan mendapatkan kebaikan dengan bermanfaatnya produk tersebut.
Selain itu, jualan juga mendorong percepatan perputaran uang di sebuah tempat. Semakin cepat dan banyak uang tersebut berputar, semakin sejahtera rakyat di tempat tersebut.
Contohnya, Indonesia.
Ketika Amerika dan Eropa sedang dilanda krisis, justru Indonesia mengalami peningkatan pendapatan perkapita. Apa rahasianya? Masyarakat Indonesia suka berjualan, mulai dari anak SMA, Mahasiswa, Ibu-Ibu, sampai bapak-bapak pun suka jualan. Itulah yang menyebabkan meratanya distribusi uang. Jika distribusi uang sudah merata, Indonesia akan sejahtera.
Karenanya, apa penyebab kamu putus asa saat jualanmu ditolak? Toh niatnya untuk menolong orang dan menebarkan manfaat.
Jadi, apa lagi yang perlu dikhawatirkan? ^_^
Advertisements